Gila! Maya Kusmaya Setujui Pengoplosan BBM di Kasus Korupsi Pertamina, Ternyata Lulusan Norway Lho!
JAKARTA,quickq是干什么用的 DISWAY.ID- Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga PT Pertamina Patra Niaga Maya Kusmaya ditetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak dan produksi kilang BBM.
Kasus yang dibongkar Kejagung ini terjadi di lingkup PT Pertamina Subholding dan Kontraktor 500 Kerja Sama (KKS) pada 2018-2023.
BACA JUGA:Nama Ahok Ikut Disebut Dalam Kasus Korupsi BBM Pertamina, Kejagung Buka Peluang Untuk Pemeriksaan
BACA JUGA:Peran 2 Tersangka Baru Korupsi BBM Pertamina Diungkap Kejagung
Sebelum ditetapkan sebagai tersangka pada Rabu 26 Februari 2025 malam, Maya dijemput paksa penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) karena tidak memenuhi panggilan pemeriksaan sebagai saksi.
Jampidsus juga menganggap tindakan Maya tak kooperatif untuk membantu penyidikan kasus korupsi senilai Rp193,7 Triliun itu.
Ditetapkannya Maya Kusmaya menjadi tersangka membuat daftar tersangka kasus ini menjadi 9 orang.
Parahnya lagi, Kejagung menyebut daftar peran Maya Kusmaya selaku Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga sangat vital.
BACA JUGA:Ustaz Das'ad Latif Singgung Bos Culas di Skandal Pertamax Rasa Pertalite: Gaji Besar Rasa Syukur Tertinggal!
"Tersangka MK (Maya Kusmaya) memerintahkan dan/atau memberikan persetujuan kepada EC untuk melakukan blending (oplos) produk kilang pada jenis RON 88 (Premium) dengan RON 92 (Pertalite) agar dapat menghasilkan RON 92" ujar Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung, Abdul Qohar, dikutip dari Rabu 26 Februari 2025.
Profil Maya Kusmaya
Melansir laman resmi PT Pertamina Patra Niaga, Maya lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat, pada 31 Agustus 1980.
Eksekutif berusia 44 tahun ini mengawali karier di bidang liquefied natural gas (LNG), Maya menempuh pendidikan di Program Studi S-1 Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB).
BACA JUGA:Kejagung Beberkan Dugaan Awal Korupsi Pertamina, Bermula dari Keluhan Masyarakat Soal Turunnya Kualitas BBM
Maya kemudian melanjutkan studi ke magister atau S-2 di Jurusan Natural Gas Technology di Norges Teknisk Naturvitenskapelige Universitet atau Norwegian University of Science and Technology (NTNU).
- 1
- 2
- 3
- »
(责任编辑:焦点)
- Daftar 20 Kota Paling Bahagia di Dunia, Jakarta Tak Termasuk
- 7 Tanaman Pengusir Kucing, Punya Aroma yang Tidak Disukai Anabul
- Indonesian American Lawyers Association Sampaikan Amicus Curiae ke MK
- Polda Papua Barat Dalami Unsur Pidana di Keributan Anggota TNI AL dan Oknum Brimob di Sorong
- Menkominfo Tegaskan Konten Hoaks Akan Langsung Ditakedown Dalam Waktu 1x24 Jam
- Pantai Midodaren Tulungagung: Lokasi, Tiket Masuk, dan Daya Tarik
- Menlu Retno Telepon Menlu Iran, Saudi hingga AS, Minta Tahan Diri dan Deeskalasi
- Wah! MK Batalkan UU tentang Batas Usia Minimal Menikah
- 171 Orang Tewas dalam 5 Hari Festival Songkran di Thailand
- TKN Siapkan Satgas Untuk Hentikan Pendukung Yang Datang ke MK
- 7 Cara Ini Bisa Menurunkan Berat Badan Meski Jarang Olahraga
- 7 Makanan Berserat Tinggi, Cocok buat Yang Punya Masalah Pencernaan
- Transaksi Dagangan RI–Tiongkok Tembus Rp2.112 T, Prabowo: Mitra Terbesar Kita!
- MK Batalkan Putusan Pernikahan Dini
- Praperadilan Firli Bahuri Ditolak, Ditkrimsus Tanggapi Seperti Ini
- Resep Takoyaki yang Gurih dan Empuk, Camilan Unik Asal Jepang
- Menlu Retno Telepon Menlu Iran, Saudi hingga AS, Minta Tahan Diri dan Deeskalasi
- Bareskrim Usut Laporan Pemilik Mobil yang Ditabrak Sopir Fortuner Ngaku Adik Jenderal
- Prabowo Puji Konsistensi Tiongkok Bela Palestina: Sungguh Membanggakan!
- Jangan Khawatir, Malam Natal Tak Ada Sweeping